Minggu, 17 September 2023

 rokok marlboro filterblack

Hari ini merupakan postingan pertama admin di bulan September tercinta ini. Mengingat saya sudah banyak mereview rokok di Indonesia, maka saya bisa mengklaim web ini menjadi satu-satunya blog yang membahas rokok secara komprehensif, baik dari segi kemasan, dari segi isi, dan juga dari segi rasa. Maklum, di luar negeri sana banyak yang membahas mengenai rokok terutama dari negeri Jepang sana. Saya jujur bingung mau intro apa di postingan kali ini, yang jelas saya mau bahas soal Marlboro Filter Black yang pada Jumat kemarin hari sudah terdistribusi di Indomaret namun peluncurannya sendiri pada akhir Agustus 2016.

Saya sedikit ingin bercerita mengapa admin bisa mendapat produk ini. Saat itu admin dalam kondisi pulang ke Jakarta untuk menemui orang tua. Dalam hal ini admin sebelum pulang menyempatkan diri untuk membeli produk yang baru saja diluncurkan ini. Saya melihat di etalase harganya Rp. 20.000* sesuai harga yang direkomendasikan. Kemudian admin akhirnya membeli dengan sepenuh hati demi para pembaca semua. Dan selesailah cerita random ini.

Oh iya, saya ingin memberitahu bahwa Marlboro Filter Black merupakan produk kedua dari Marlboro dalam segmen SKM Full Flavor dimana sebelumnya sudah ada Marlboro Filter Mix 9 yang sudah diluncurkan sebelumnya pada tahun 2007 namun dikarenakan penjualannya kurang baik maka produksinya dihentikan.

Ada beberapa alasan mengapa Marlboro Filter Black mulai diluncurkan pada akhir Agustus 2016 dan baru beredar sekitar awal September 2016 dan masuk ke warung pada tanggal 5 September 2016 diantaranya sebagai berikut

  1. Segmen SKM FF atau lazim disebut dengan rokok filter (dalam bahasa awamnya) merupakan segmen yang dianggap Philip Morris Indonesia cukup menjual dikarenakan berdasar Annual Report yang sudah dipublish pada kuarter 1 2016 menunjukan segmen SKM menunjukan angka 73,5% dimana Sampoerna sendiri menguasai 29,9% dari segmen SKM secara keseluruhan, dalam hal ini A Mild menyumbang banyak penjualan sebanyak 15% dari total keseluruhan penjualan rokok di Indonesia dan menjadi market leader di Indonesia dari total penjualan rokok. Sedang Marlboro sendiri hanya mampu meraih market share sebanyak 5,1% dari total penjualan rokok di Indonesia atau masuk kedalam peringkat 5 rokok yang paling banyak terjual di Indonesia. Mengingat brand equity dari Marlboro sudah sangat baik, dan banyak pertimbangan mengingat 93% perokok di Indonesia ialah perokok kretek maka Marlboro akhirnya mengeluarkan lagi versi SKM FF dengan beberapa perubahan yang signifikan dibanding sebelumnya.
  2. Pasar SKM FF dengan kadar tar dibawah 30 mg bisa dibilang sangat jarang pemain untuk saat ini. Pelopornya ialah Surya Professional dimana kadar tarnya ialah 25 mg dengan rasa khas Full Flavor namun dengan ukuran yang lebih kecil. Djarum Black juga bisa dikatakan sebagai pesaing dari Surya Pro namun dengan diameter yang lebih kecil yang sama dengan rokok mild pada umumnya. Dikarenakan Marlboro memiliki image maskulin yang tinggi (untuk seri merah atau Flavor), maka dipilihlah Marlboro Filter Black untuk menandingi kedua merek rokok tersebut.
  3. Dengan inovasi Air Flow Filter (dua lapis filter, dengan lubang berbentuk tube), Marlboro Filter Plus menawarkan hal yang berbeda dengan kompetitor yakni rasa yang lebih mantap namun dengan smoothness yang baik serta kadar tar yang lebih rendah dibandingkan dengan kompetitor. Disertai dengan inovasi PRO SEAL yang pertama kali ditawarkan di Indonesia, rokok ini seakan menjadi pesaing berat dari Dunhill Filter yang menawarkan seal Reloc namun akan kerepotan dalam membuka sealnya, dimana dengan adanya PRO SEAL  ketika dibuka kemasannya langsung terbuka sealnya secara otomatis. Dalam hal ini ditujukan sebagai jawaban Sampoerna atas adanya Dunhill Filter yang diluncurkan pada November 2014 lalu.
  4. Produk ini seakan menjadi produk adaptasi dari Marlboro Premium Black yang sudah diluncurkan di 3 negara ASEAN namun dengan kearifan lokal yakni dalam wujud SKM Full Flavor. Dengan kesamaan dalam kemasan dan seal yang digunakan, serta tipping paper yang memiliki desain hampir mirip, Marlboro seakan memasuki segmen baru dalam hal SKM Full Flavor dengan adanya seal dan inovasi pada filternya yang tidak bisa ditiru kompetitor.
Baiklah itu merupakan alasan mengapa Marlboro meluncurkan versi kreteknya pada akhir Agustus lalu. Daripada kelamaan lebih baik kita review rokoknya dengan seksama. Untuk harga rokok ini ialah Rp. 20.000 (cukai 20.000) dengan kuantitas isi 20 Batang. Untuk ukuran SKM Full Flavor bisa dibilang terhitung murah mengingat bila diketeng, rokok ini akan dijual dengan harga 1.000 per batangnya. Untuk harga sendiri saya memberi nilai 7.4 dari 10.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 ninja rr  Kawasaki Ninja 150 RR pertama kali hadir di Indonesia pada 2002 lalu.  Hadir melengkapi varian Ninja 150 R model naked. Desainnya...